Analisis SWOT Pandemi Corona Covid ( 19 )

Analisis SWOT Pandemi Corona ( covid 19 ) di Indonesia






Oleh : Siti Sri Hartati
Prodi Manajemen Pendidikan Islam Semester II
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Institut Agama Islam Sahid Bogor
Dosen : Hana lestari, M.Pd
Rabu, 01 April 2020

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikumwarahmatullahi wabarakatuh


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas mata kuliah system informasi manajemen  dengan judul “Analisis SWOT Pandemi Cororna ( covid 19 )”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada dosen system informasi manajemen  yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang



virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan berbagai jenis tikus.

Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan hewan lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan. Coronavirus sebetulnya tidak asing dalam dunia kesehatan hewan, tapi hanya beberapa jenis yang mampu menginfeksi manusia hingga menjadi penyakit radang paru.

Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, yang juga
berkaitan dengan virus Corona. Dengan latar belakang tersebut, virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ.

B. RUMUSAN MASALAH

Apa yang disebut  dengan virus corona ?
Apa saja gejala yang dialami virus corona ?
Apa penyebab virus corona ?
Bagaimana  cara menentukan diagnosis virus corona ?
Bagaimana pencegahan virus corona ?

C. TUJUAN PENULISAN

Mengetahui apa itu virus corona ?
Mengetahui apasaja gejala yang dialami virus corona ?
Mengetahui apa penyebab virus corona ?
Mengetahui bagaimana cara menentukan diagnosis virus corona ?
Mengetahui bagaimana pencegahan virus corona ?

BABA II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Virus Corona ( Covid 19 )

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Kelelawar, ular, dan berbagai hewan eksotis lain hingga kini masih dianggap sebagai vektor virus Corona atau COVID-19. Terlepas dari benar-tidaknya informasi tersebut, COVID-19 membuktikan diri mampu menular antarmanusia. Penularan sangat cepat hingga Organisasi Kesehatan Dunia WHO menetapkan pandemi virus Corona atau COVID-19 pada (11/3/2020).

Pandemi atau epidemi global mengindikasikan infeksi COVID-19 yang sangat cepat hingga hampir tak ada negara atau wilayah di dunia yang absen dari virus Corona. Peningkatan jumlah kasus terjadi dalam waktu singkat hingga butuh penanganan secepatnya. Sayangnya, hingga kini belum ada obat spesifik untuk menangani kasus infeksi virus Corona atau COVID-19.

B. Gejala Virus Corona




Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa berupa gejala flu, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala bisa memberat. Pasien bisa mengalam demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
Batuk
Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

C. Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.

2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.

3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
1. Pneumonia
2.Infeksi sekunder pada organ lain
3.Gagal ginjal
4. Acute cardiac injury
5. Acute respiratory distress syndrome
6. Kematian

D. Pencegahan Virus Corona



Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

1. Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).

2. Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.

3. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.

5. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.

6. Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.

7. Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

8. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.

9.Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

1. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.

2.Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).

3. Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.

4.Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.

5. Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.

6. Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.

7. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

E. Pandemi Virus Cororna Terkait Pendidikan di Indonesia



Virus Corona COVID-19  saat ini telah berimbas bagi pendidikan di Indonesia hal ini telah diakui oleh (UNESCO) pada kamis (5/3) bahwa wabah Virus Corona telah berdampak terhadap sektor pendidikan. hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya diseluruh dunia dan mengancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan. Sejak Presiden Joko widodo  mengumumkan kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada (2/3), Jokowi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah demi menekan penyebaran virus corona COVID-19 di Indonesia. “saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah” ujar jokowi dalam konferensi pers di istana bogor, jawa barat Minggu (15/3).

Jokowi meminta masyarakat Indonesia untuk melakukan social distancing untuk mencegah penyebaran Virus Corona, Upaya untuk mencegah, menahan, atau memperlambat penularan corona yaitu dengan social distancing Menurut perspektif sosiologi sudah sangat tepat dilakukan di tengah wabah covid-19 yang sangat menghawatirkan. Sejak diberlakukannya Social distancing memberi imbas bagi pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk meliburkan sekolah karena penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan. “Dampak penyebaran COVID-19 akan berbeda dari satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kami mendukung kebijakan (meliburkan sekolah) yang diambil pemda,” ujar Nadiem seperti dikutip Antara, Minggu (15/3). Maka hal itulah yang menjadi alasan instansi pendidikan meliburkan sekolah selama 14 hari yang diganti dengan belajar dirumah.

menurut perspektif  sosiologi Untuk belajar dirumah sudah tepat dalam kondisi seperti saat ini. karena  Dalam Ilmu Sosiologi, interaksi antar manusia itu tidak mesti bertemu langsung, tidak harus bersentuhan atau bertatap muka langsung. Interaksi bisa melalui media cetak, teknologi  dan media sosial. dengan  Instansi pendidikan mengalih pertemuan kelasnya dengan pertemuan daring ataupun tugas rumah guna meminimalisir pertemuan satu sama lain disuatu ruangan yang sama dalam jarak yang dekat serta menghindari kerumunan. Persekolahan  mengganti pertemuan kelas dengan pemberian tugas rumah kepada murid, pemberian tugas bertujuan agar murid belajar dirumah. Sedangkan di perguruan tinggi, mengalih pertemuan kelasnya dengan pertemuan daring dan tugas daring.

Berbagai masalah dirasakan oleh masyarakat terutama para siswa dan mahasiswa terkait belajar dirumah, para siswa mengeluh akan belajar dirumah dipenuhi dengan tugas rumah yang diberi oleh masing-masing guru terlalu banyak, sedangkan mahasiswa mengeluhkan bahwa pertemuan daring banyak terkendala oleh jaringan Web, teknologi yang kurang memadai, hingga sinyal.

Selain itupula kurang efektifnya belajar dirumah karena mereka belajar otodidak(sendiri), banyak orang tua yang tidak bisa mengajari materi yang ada dibuku, hanya bisa membimbing anaknya saja. Tujuan belajar dirumah tidak berjalan dengan baik, maka timbulah berbagai masalah, seperti Banyak para siswa yang menyalahgunakan belajar dirumah untuk bermain game online di warnet, berbelanja, dan bermaen ketempat-tempat keramaian, yang berdampak pada munculnya  masalah sosial baru akibat dari penyalahgunaan belajar dirumah untuk melakukan hal-hal yang tidak taat akan sosial distancing. Untuk mengupayakan keefektifan belajar dirumah, terkait hal itu pemerintah bersosialisasi dan menindak tegas bagi siswa yang ketauan tidak belajar dirumah, seperti siswa bermaen game online di warnet, remaja belanja di mall dan membuat kerumunan. pemerintah meminta untuk penutupan warnet, hingga mengatur pengoperasian jam buka tempat-tempat keramaian seperti tempat perbelanjaan, dan hiburan. Proses Interaksi yang melibatkan anak dan remaja dalam kajian Sosiologi disebut proses sosialisasi. Sosialisasi lembaga pemerintah melalui suatu kegiatan yang bertujuan pelajar dan remaja mematuhi himbauan pemerintah yang berlaku dan dianut oleh masyarakat yaitu harus mematuhi kaidah social distancing yang berlaku didalam masyarakat ditengah wabah virus corona seperti ini. Tujuan pokok adanya sosialisasi itu bukanlah semata-mata agar kaidah itu dapat dimengerti tetapi lebih dari itu agar bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat dalam semua kalangan masyarakat agar  menghargai aturan social distancing.

Dampak virus corona berimbas pada Ketertundaan Semua Agenda kegiatan yang ada, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi seperti tugas mahasiswa dalam pengabdian masyarakat tidak jadi dilakukan karena guna meminimalisir pertemuan dalam jarak yang dekat serta mengikuti himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan/membuat kerumunan, maka segala agenda kegiatan yang sudah direncanakan harus ditunda dalam beberapa waktu yang tidak dapat ditentukan. Penundaan/Pembatalan agenda kegiatan menurut saya sangat  baik dilakukan dalam situasi dan kondisi saat ini yang sangat menghawatirkan. Kita sebagai warga yang baik harus patuh dalam aturan yang dibuat oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Virus Corona. 

Virus Corona juga berimbas bagi pelaksanaan UN 2020. Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas yang diselenggarakan pada Selasa (24/3) bersama menteri terkait, sudah ketok palu. Hasilnya pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) di tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari sistem respons pandemi COVID-19, yakni dalam rangka memprioritaskan keselamatan dan kesehatan rakyat. menurut masyarakat pembatalan dalam pelaksanaan UN 2020 tidak menjadi masalah karena 2019 memang pemerintah memang merencanakan penghapusan UN sehingga mayarakat merespon baik dalam penghapusan UN 2020.

Opsi untuk mengganti UN ada dua, melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) secara online atau menerapkan metode kelulusan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah. Karena belum final, Kemdikbud masih akan terus berkoordinasi dengan Presiden Jokowi untuk mengeluarkan kebijakan terkait penggantian UN.

Menurut masyarakat dalam lingkungan sekolah yaitu  para  siswa, guru dan seluruh individu dalam instansi dengan ditiadakannya UN dirasa memiliki keluh kesah tersendiri yang dirasakan. seperti perspektif  siswa, disatu sisi siswa merasa sedih karena siswa telah melakukan banyak persiapan-persiapan terkait akan dilaksanakannya UN dan ternyata ditiadakan. Di sisi lain, siswa merasa senang karena UN ditiadakan. walaupun UN ditiadakan, opsi pengganti UN yaitu USBN online, sebagian sisiwa kurang setuju karena setiap siswa memiliki kendala tersendiri untuk USBN online seperti jaringan dirumah masing-masing yang kurang bagus, teknologi yang tidak memadai seperti siswa tidak memiliki laptop, hingga tidak memiliki kuota internet.

USBN online juga dirasa sangat membingungkan masyarakat terutama  para siswa dalam pelaksanaannya, karena mereka tidak mendapat bimbingan cara melaksanakan USBN online oleh guru.  guru juga merasa bingung bagaimana cara membimbing para siswa dalam melaksanakan USBN Online, guru tidak dapat mengawasi para siswa nya secara langsung. akan tetapi guru sedang mengupayakan cara untuk menyelesaikan permasalahan ini.   Opsi kedua yaitu menerapkan metode kelulusan menimbang nilai kumulatif selama sekolah. Dirasa tidak menjadi ujian kelulusan para siswa selama sekolah jika hanya menggunakan metode kelulusan menggunakan nilai kumulatif saja.


BABA III
Analisis SWOT Pandemi Corona Terhadap Pendidikan di Indonesia

A. Strength ( Kelebihan )

✔Kegiatan belajar sekolah / kampus menerapakan system online yaitu belajar mengajar dari jarak jauh ( daring ).
✔Menambah sumber pemelajaran bagi siswa diantaranya kelas pintar, sekolahmu, zenius, quipper, google Indoneisa dan Microsoft.
✔Menambah peengetahuan dan wawasan siswa terkait pembelajaran online.

B.Weaknes (Kekurangan )

✔Siswa tidak mendapatkan pendidikan yang layak
✔Menghambat dan memperlambat capaian target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan atau sekolah.
✔Aktivitas pelajar jadi terhenti seperti lomba dan studi komparatif overseas
✔Mengganggu pencapaian kematangan siswa dalam meraih tujuan belajarnya.
✔Pertemuan daring banyak terkendala oleh jaringan web, teknologi yang kurang memadai, hingga sinyal
✔Para siswa mengeluh akan belajar di rumah dipenuhi dengan tugas rumah yang diberikan oleh masing masing guru terlalu banyak.
✔Teknologi yang tidak memadai seperti siswa tidak memiliki laptop hingga tidak memiliki kuota internet.
✔Guru tidak dapat mengawasi siswanya secara langsung.

C. Opportunity ( Peluang )

✔Lahirnya teknologi anak bangsa untuk memberikan layanan pendidikan secara daring.

D. Threat ( Ancaman )

✔Banyak siswa yang menyalahgunakan belajar di rumah untuk bermain game online di warnet, belanja dan bermain ketempat tempat keramaian.
✔Mengancam hak hak pendidikan mereka di masa depan.
✔Pelaksanaan UN dari SD sampai SMA terancam dibatalkan.
✔Penutupan sekolah sangat memungkinkan akan mengalami trauma psikologis yang membuat mereka demotivasi dalam belajar.
✔Wawasan para siswa masih minim tentang virus corona yang bias membuat mereka memiliki tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi.


BAB IV
PENUTUP


A.KESIMPULAN

Dampak pandemi corona kini mulai merambah dunia pendidikan, pemerintah pusat hingga daerah memberikan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penularan virus corona.

Diharapakan dengan seluruh lembaga pendidikan tidak melaksanakan aktivitas seperti biasanya, hal ini dapat meminimalisir menyebarnya penyakit covid 19 ini. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh berbagai negara yang terpapar penyakit covid 19 ini, kebijakan lockdown atau karantina dilakukan sebagai upaya mengurangi interaksi banyak orang yang dapat memberi akses pada penyebaran virus corona.

B.SARAN

Bersamaan dengan penetapan pandemi ini, tentunya kita harus lebih waspada terhadap virus corona agar tidak ikut terinfeksi. Kita tidak boleh panik dan menjaga kebersihan, kesehatan dan kebugaran dengan tetap berolahraga.

Komentar