Laporan Hasil Analisis Kuesioner Efektivitas Pembelajaran Online Orang Tua dan Masyarakat
LAPORAN HASIL ANALISIS KUISIONER EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN ONLINE ORANG TUA DAN MASYARAKAT
Di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Imformasi Manajemen ( SIM )
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari M. Pd
Di sususun oleh:
Siti Sri Hartati ( 1920.04.025)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI)
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat allah subhanahu wata'ala yang telah memberikan kita banyak kenikmatan diantaranya nikmat iman, islam, dan nikmat sehat walafiat sehingga saya bisa menyelesaikan tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampu oleh Ibu Hana Lestari M. Pd mengenai "Efektivitas Pembelajaran Daring Pada Orang Tua dan Masyarakat " dengan sebaik baiknya.
Shalawat dan salam semoga tercurah limpah kepada junjungan kita yakni nabi besar Muhammad SAW yang semoga kita mendapat syafaatnya fiddunya wal akhirat. Aamiin.
Saya ucapkan terimakasih kepada orang tua dan masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi dan berkontiribusi dalam kuesioner ini sehingga saya bisa membuat makalah ini.
Tidak terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini sepetri penggunaan bahasa, susunan kalimat dan tata bahasanya, maka dari itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik pembaca yang membangun agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi kepada pembaca.
Bogor, 15 Mei 2020
BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang sangat pesat sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dengan berkembangnya teknologi ini mengakibatkan berkembangnya ilmu pengetahuan yang memiliki dampak positif maupun negatif. Perkembangan teknologi ini dimulai dari negara maju, sehingga Indonesia sebagai negara berkembang perlu mensejajarkan diri dengan negara-negara yang sudah maju tersebut.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan ketrampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahamaan yang cukup tentang media pengajaran.
Dari beberapa model pembelajaran, ada model pembelajaran yang menarik dan dapat memicu peningkatan penalaran siswa yaitu model pembelajaran berbasis web. Pada dasarnya, pembelajaran berbasis web adalah suatu sistem pengajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademik dengan konteks teknologi.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Saat belajar apakah anak mudah merasa bosan?
2. Apakah selama masa pembelajaran online ada keluhan dari anak?
3. Apakah menurut ibu/bapak sebagai orang tua atau masyarakat pembelajaran online di masa pandemi ini sudah cukup efektif?
4. Bagaimana tanggapan ibu/bapak mengenai pembelajaran online di masa pandemi ini?
5. Kendala apa saja yang ibu / bapak alamai selama mendampingi anak belajar?
C. TUJUAN MASALAH
1. Untuk mengetahui saat belajar apakah anak mudah merasa bosan.
2. Untuk mengetahiui apakah selama masa pembelajaranonline ada keluhan dari anak.
3. Untuk mengetahui apakah sudah cukup efektif pembelajaran online.
4. Untuk mengetahui tanggapan dari Orang tua dan masyarakat terhadap pembelajaran online.
5. Untuk mengetahu kendala apa saja yang di alama orang tua dan masyarakat ketika mendampingi anak belajar.
D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner melalui media WhatsApp secara pribadi oleh pihak pembuat kuesioner kepada pihak tenaga pendidik (responden).
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dikirim kepada responden baik secara Iangsung maupun tidak Iangsung. Kuesioner atau angket secara umum dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan yang dapat dijawab sesuai bentuk angket. Pada penelitian kali ini saya menggunakan angket campuran yakni cara menjawabnya ada sekitar 7 pertanyaan hanya check list (√) pada kolom pertanyaan yang tersedia. Dan 2 pertanyaan lainnya berupa pertanyaan yang dijawab menggunakan teks.
E. Peserta/ Responden
Peserta atau responden dalam kegiatan pengisian kuesioner dikhususkan hanya kepada tenaga pendidik yang sedang menjalani Pembelajaran secara online/daring.
F. Sistematika Singkat Kuesioner
kuesioner dibagikan kepada tenaga pendidik melalui media sosial yakni WhatsApp, yang dikirim secara pribadi oleh pembuat kuisioner kepada peserta didik.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Anak mudah merasa bosan dalam pembelajaran online
Berdasarkan survei dari hasil analisis kuesioner yang telah saya lakukan terdapat data sebagai berikut.
Dari data yang di amabil tersebut maka di peroleh 72% anak mudah merasa bosan dan 27,3% anak tidak mengalami rasa bosan.
Agar anak tidak mudah merasa bosan guru sebaiknya membuat penyampaian materi yang lebih kreatif dan jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan orangtua dalam mengontrol belajar anak di rumah.
2. Apakah selama pembelajaran online ada keluhan dari anak.
Dalam data tersebut 81% anak mengalami keluhan dan 18,2% anak tidak ada keluhan.
Keluhan yang anak alami tentunya berbeda beda di setiap masing anak anak.
3. Apakah sudah cukup efektif pembelajaran online.
Dalam data yang di ambil 45% para orang tua dan masyarakat mengatakan pembelajaran online ini dirasa kurang efektif.
Penyebaran virus corona yang semakin besar ini membuat para pelajar harus belajar secara online dan tentu saja pembelajaran secara online ini di rasa kurang efekrif apalagi untuk anak PAUD yang mana mereka masih dalam masa perkembangan tentunya dengan pembelajaran online ini guru tidak bisa melihat secara langsung bagai mana perkembangan anak.
4.Bagaimanakah pendapat orang tua dan masyarakat mengenai pembelajaran online dimasa Pandemi Covid-19 ini?
agaimana tanggapan ibu/bapak mengenai pembelajaran online di masa pandemi ini?11 tanggapan
Alhamdulillah.anak2 cukup baik dalam mengerjakan tugas di sekolah
Sangat tidak efektif yaa lebih baik anak sekolah seperti biasa, semoga pandemi covid-19 ini sgera brakhir
Menurut sy pribadi pembelajaran online ini kurang efektif yaa, karena pembelajaran online ini harus di dukung oleh kuota dan jaringan yg kuat, sedangkan di daerah pedesaan sperti yg sy tinggali masalah jaringan sering terganggu apalagi di musim hujan
Kurang kondusif dan efektif
Tanggapan saya yaitu:
Saya sangat senang dengan adanya pembelajaran online,serta cukup membantu terhadap proses pembelajaran
Ini memang dirasa kurang efektif sebab pembelajaran tidak semua tersampaikan dan anak anak pun tidak merasa bahagia dengan adanya pembelajaran online ini.
Menurut saya, tidak sedikit peserta didik yang tidak komplit mempunyai fasilitas untuk mengikuti pembelajaran online, jadi untuk peserta didik yang tidak mempunyai fasilitasnya sedikit tertinggal
mungkin karna kurangnya persiapan sehingga pembelajaran online ini kurang efektif
Cukup sulit
Agak sedikit rumit dalm belajar online karna dalm belajar online ank "sekolah kadng mengerti pembelajaranyh kadang tdk karna tdk secara langsung dalm menjelaskn materi"nyah
5. kendala apa saja yang di alama orang tua dan masyarakat ketika mendampingi anak belajar.
endala apa saja yang ibu/bapak alami selama mendampingi anak belajar?11 tanggapan
Harus ekstra sabar karena banyak yg di pertanyakan oleh anak2
Anak bosan belajar
Jaringan
Kesabaran
Tidak ada kendala apa-apa,malah saya senang adanya pembelajaran seperti ini
Kuota boros
Sinyal hilang
Anak mudah bosan dan sering mengeluh
Anak ingin selalu bermain (susah diatur)
Sedikit kesulitan jika harus menjelaskan materi jika terus menerus belajar online
fasilitas yang kurang memadai
Anak2 banyak mengeluh
Alhamdulillah tdk ada
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
dari jajak pendapat itu, beberapa reponden, mengenai model pembelajaran dalam jaringan banyak yang mengatakan bahwa model pembelajaran dalam jaringan kurang efektif dilakukan di tengah pandemi Covid-19.
Penyebabnya karena kendala- kendala diatas, dan karena belum terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu sebaiknya guru atau dosen memberikan sedikit kelonggaran waktu dalam mengumpulkan tugas.
Selain itu karena guru adalah orang tua ketika di sekolah, tidak hanya memberikan ilmu, guru harus dijadikan panutan yang baik untuk siswa sebaiknya guru menjalin tali silaturahmi yang baik dengan orang tua peserta didik agar pembelajaran daring lebih efektif, karna pembelajaran jarak jauh guru atau dosen harus memberikan saran, motivasi, semangat kepada para siswa atau mahasiswa dalam pembelajaran.
Tidak ada tekanan atau paksaan dalam mengerjakan, jika guru memaksa siswa mengerjakan tugas dengan waktu yang sangat sedikit siswa bisa stres dan keliru dalam menjawab dan tidak bisa berkonsentrasi karena gugup jika waktuya sedikit, karena pertama kalinya siswa melakukan pembelajaran di dalam rumah bukan disekolah.
B. SARAN
◾Pembelajaran daring bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada di daerah itu. Pembelajaran bisa dilakukan melakukan grup aplikasi pesan, seperti WhatsApp, yang mana guru mengajukan topik tertentu yang dibahas.
Kemudian dilakukan dialog interaktif antara guru dan siswa dalam grup percakapan itu.
Guru bisa menentukan bobot pelajaran untuk kemudian dibuatkan metode apa yang paling pas untuk mengukur sejauh mana peserta didik mampu memahami apa yang telah disampaikan. Apakah sudah memenuhi standar, atau ada yang perlu diberikan pemahaman lebih khusus.
mencari tahu dan memelajari teknologi apa yang cocok untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Memang, model pembelajaran seperti ini cukup asing dan mungkin saja banyak yang tidak terbiasa untuk melakukannya.
Banyak teknologi belajar online yang sangat mudah digunakan. Mulai dari mengirim materi belajar, kemudian mengirim tugas sekolah, sampai pengajaran dengan tatap muka langsung.
Untuk menentukan teknologi mana yang cocok, tentunya sesuai kebutuhan Anda. Seperti yang sudah disampaikan pada poin pertama, tentukan dulu prioritas, kemudian bobot pelajarannya, baru pilihlah teknologi belajar yang tepat.
◾ jangan berikan terlalu banyak tugas untuk peserta didik Anda. Ingatlah, belajar di rumah ini adalah upaya kita semua untuk terjaga dan terhindar dari pandemi COVID-19.
Anak-anak dirumahkan, agar mereka tidak rentang bersinggungan dengan orang-orang lain. Selain itu, penting juga untuk mereka menjaga kondisi badan dan kesehatan, seperti berolahraga, makan-makanan sehat, dan tentunya merilekskan pikiran.
Akan jadi bahaya apabila peserta didik, kita biarkan sibuk dengan tugas-tugas dari pada pendidiknya di sekolah. Oleh karena itu, gunakanlah metode belajar yang efektif, menyenangkan, dan tentunya bisa dengan mudah dipahami.
pihak sekolah di sini perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan orangtua dalam mengontrol belajar anak di rumah.
Selain itu, pihak orangtua dan sekolah harus melakukan komunikasi yang efektif dalam bekerja sama membangun kedisiplinan anak belajar di rumah.




Komentar
Posting Komentar