Laporan Hasil Analisis Kuisioner Kemampuan Literasi Digital Tenaga Pendidik Tingkat SD/MI
Di ajukan untuk memenuhi tugas kuliah
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari, M. Pd
Disusun Oleh:
Siti Sri Hartati ( 1920.04. 025 )
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI)
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kemudahan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya saya tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang di ampu oleh Ibu Hana Lestari, M. Pd mengenai “Kemampuan Literasi Digital Tenaga Pendidik”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada dosen pengampu Sistem Informasi Manajemen yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
Program literasi informasi merupakan bagian dari program layanan perpustakaan.
Pada tahun 1990, Bob Berkowitz dan Mike Eisenberg merumuskan salah satu model literasi informasi yakni model Big Six Skills. Model tersebut mencakup kemampuan untuk mengenal kapan informasi itu diperlukan; mengidentifikasi informasi apa yang diperlukan; mengidentifikasi sumber-sumber informasi; menemukan informasi secara efektif dan efisien;mengakses informasi secara efektif dan efesien; mengevaluasi informasi secara kritis; mengorganisasikan dan mengintegrasikan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki; menggunakan informasi secara etis dan legal; serta mengomunikasikan informasi secara efektif.
Kemajuan teknologi informasi dan internet saat ini mengakibatkan sumber daya informasi digital sangat melimpah. Setiap orang bebas memasukkan informasi di dunia maya tanpa batasan. Istilah digital native mengandung pengertian bahwa generasi muda saat ini hidup pada era digital, yakni internet menjadi bagian dari keseharian dalam hidupnya. Kondisi para peserta didik saat ini, khususnya siswa menengah atas, sangat bergantung pada mesin pencarian seperti Google dalam mencari informasi. Hal ini mengakibatkan berkurangnya penggunaan sumber daya berkualitas yang tersedia di perpustakaan sekolah serta perubahan perilaku peserta didik dalam memanfaatkan dan mengelola informasi. Keragaman bentuk dan tipe informasi ini seharusnya mendorong peserta didik agar lebih selektif dan mampu memaksimalkan penggunaan hasil kemajuan teknologi informasi.
B. Rumusan Masalah
1.Apakah bapak/ibu sudah memahami apa yang di maksud dengan Information Literacy/Literasi Informasi?
2.Apakah bapak/ibu pernah menggunakan sumber-sumber informasi digital, baik berupa e-book atau koleksi audio/visual dalam proses kegiatan pembelajaran ?
3.Apakah bapak/ibu dapat mengoprasikan komputer/laptop dengan baik?
4. Dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa apakah bapak/ibu mencari informasi di buku saja atau juga menggunakan media digital/ internet?
5.Apakah bapak/ibu menggunakan aplikasi digital seperti classroom, WAG (whatsapp grup), zoom atau apk lainnya sebagai salah satu akses kegiatan belajar mengajar?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui apakah bapak/ibu sudah memahami apa yang di maksud dengan Information Literacy/Literasi Informasi.
2. Untuk mengetahui apakah bapak/ibu pernah menggunakan sumber-sumber informasi digital, baik berupa e-book atau koleksi audio/visual dalam proses kegiatan pembelajaran.
3. Untuk mengetahui apakah bapak/ibu dapat mengoprasikan komputer/laptop dengan baik.
4. Untuk mengetahui dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa apakah bapak/ibu mencari informasi di buku saja atau juga menggunakan media digital/ internet.
5. Untuk mengetahui apakah bapak/ibu menggunakan aplikasi digital seperti classroom, WAG (whatsapp grup), zoom atau apk lainnya sebagai salah satu akses kegiatan belajar mengajar.
D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner melalui media WhatsApp secara pribadi oleh pihak pembuat kuesioner kepada pihak tenaga pendidik (responden).
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dikirim kepada responden baik secara Iangsung maupun tidak Iangsung. Kuesioner atau angket secara umum dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan yang dapat dijawab sesuai bentuk angket. Pada penelitian kali ini saya menggunakan angket campuran yakni cara menjawabnya ada sekitar 8 pertanyaan hanya check list (√) pada kolom pertanyaan yang tersedia.
E. Peserta/ Responden
Peserta atau responden dalam kegiatan pengisian kuesioner dikhususkan hanya kepada tenaga pendidik yang mengajar pada tingkat SD/MI.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Apakah bapak/ibu sudah memahami apa yang di maksud dengan Information Literacy/Literasi Informasi?
Dari gambar di atas menunjukan bahwa 60% tenaga pendidik sudah memahami literasi informasi dan 40% tenaga pendidik kurang memahami.
Pemahaman tentang literasi informasi perlu disampaikan agar para tenaga pendidik mengetahui dan memahami manfaat keterampilan literasi informasi, serta dampak secara sosial, ekonomi, dan bidang lainnya yang dapat terjadi jika seseorang tidak atau kurang memiliki kemampuan literasi informasi.
2. Apakah bapak/ibu pernah menggunakan sumber-sumber informasi digital, baik berupa e-book atau koleksi audio/visual dalam proses kegiatan pembelajaran ?
Dari gambar diatas menunjukan bahwa hanya 30% tenaga pendidik yang menggunakan sumber informasi digital , sehungga diperlukan adanya motivasi pemanfaatan sumber sumber informasi digital dalam kegiatan pembelajaran.
3. Apakah bapak/ibu dapat mengoprasikan komputer/laptop dengan baik?
Berdasarkan gambar di atas tenaga pendidik mampu atau dapat mengoperasikan laptop/ komputer dengan baik.
Dizaman digital ini sudah seharusnya para tenaga pendidik dapat mengoperasikan laptop/komputer atau pun media sosial karena ini juga akan berpengaruh terhadap peserta didik.
Dizaman digital ini sudah seharusnya para tenaga pendidik dapat mengoperasikan laptop/komputer atau pun media sosial karena ini juga akan berpengaruh terhadap peserta didik.
4. Dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa apakah bapak/ibu mencari informasi di buku saja atau juga menggunakan media digital/ internet?
Dari gambar di atas sudah menunjukan 100% tenaga pendikin dalam mencari informasi untuk penyampaian materi itu tidak hanya di buku saja juga mencari informasi di imternet.
Itu sudah jelas bahwa memang literasi informasi itu sangan penting untuk tenaga pendidik maupun peserta didik.
Dari gambar di atas sudah menunjukan 100% tenaga pendikin dalam mencari informasi untuk penyampaian materi itu tidak hanya di buku saja juga mencari informasi di imternet.
Itu sudah jelas bahwa memang literasi informasi itu sangan penting untuk tenaga pendidik maupun peserta didik.
5. Apakah bapak/ibu menggunakan aplikasi digital seperti classroom, WAG (whatsapp grup), zoom atau apk lainnya sebagai salah satu akses kegiatan belajar mengajar?
Dari gambar di atas menunjukan bahwa 70% tenaga pendidik menggunakan aplikasi digital menunjukan bahwa memang aplikasi digital ini diperlukan dalam media pembelajaran apalagi dalam kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk belajar kesekolah,para guru dan siswa bisa belajar secara daring ( online ) sehingga memudahkan untuk pembelajaran.
Dari gambar di atas menunjukan bahwa 70% tenaga pendidik menggunakan aplikasi digital menunjukan bahwa memang aplikasi digital ini diperlukan dalam media pembelajaran apalagi dalam kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk belajar kesekolah,para guru dan siswa bisa belajar secara daring ( online ) sehingga memudahkan untuk pembelajaran.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kemajuan teknologi informasi dan internet, mengakibatkan sumber daya informasi digital sangat melimpah. Kondisi siswa-siswi di Indonesia saat ini yang merupakan generasi digital native memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pencarian informasi di internet. Masih rendahnya tingkat literasi informasi di kalangan peserta didik berdampak maraknya penjiplakan terhadap karya cipta. Oleh sebab itu, guru selaku pendidik dan tenaga perpustakaan sekolah selaku tenaga kependidikan harus memiliki keterampilan literasi informasi yang baik agar dapat mengajarkan kepada para peserta didik keterampilan literasi informasi pada era digital. Agar memberikan manfaat yang signifikan bagi peningkatan keterampilan literasi informasi guru dan tenaga perpustakaan sekolah serta peserta didik di lingkungan sekolah.
B. Saran
Kegiatan pengabdian berupa pelatihan literasi digital para guru perlu dilakukan dan dikembangkan dengan mengundang banyak peserta dari sekolah lain, sehingga terwujud generasi peserta didik dan guru dilingkungan sekolah yang literate terhadap budaya membaca, menulis, mengolah, dan mengevaluasi informasi.






Komentar
Posting Komentar